Detail Cantuman Kembali

XML

kuat bending pada sambungan butt joint dan scarf joint dengan menggunakan double strap untuk gading kapal kayu


Pembuatan kapal kayu menggunakan bahan dari kayu terutama pada pembuatan gading. Disisi lain, kayu-kayu yang berasal dari hutan alam atau yang diperjual belikan di pasaran biasanya memiliki bentuk yang lurus, sedangkan untuk membuat gading kapal kayu membutuhkan bentuk lengkungan. Oleh karen itu diperlukan adanya penyambungan pada kayu. Maka penyambungan dilakukan dengan cara butt joint dan scarft joint dengan menggunakan double strap, untuk menentukan kekuatan sambungan dilakukan pengujian bending sehingga mendapatkan hasil yang sesuai dengan standart kekuatan penyambungan yang di izinkan oleh BKI Kapal Kayu 1996. Material yang digunakan pada penelitian ini adalah kayu Kayu Kamper (Dryobalanops lanceolata) yang akan digunakan sebagai gading kapal kayu. Pengujian spesimen berdasarkan standar ASTM D143 untuk uji bending. Berdasarkan hasil MOE yang paling tinggi spesimen D71˚ (Scarf Joint) yaitu 82.4312,67 kg/cm², sedangkan spesimen C 63˚ (Scarf Joint) 82.431,253 kg/cm², spesimen B 45˚ (Scarf Joint) 54.055,04 kg/cm², dan spesimen A tanpa sudut (Butt Joint) 55.617,68 kg/cm². Dan berdasarkan hasil MOR yang paling tinggi spesimen C 63˚ (Scarf Joint) yaitu 357,49 kg/cm². Dan spesimen D 71˚ (Scarf Joint) 347,68 kg/cm². Sedangkan spesimen B 45˚ (Scarf Joint) nilai MORnya terkecil yaitu 284,1567 kg/cm². Dan Spesimen A tanpa sudut (Butt Joint) memiliki nilai MOR lebih tinggi dari spesimen B 45˚ (Scarf Joint) yaitu 303,0467 kg/cm².
Edy Susanto - Personal Name
Dr. Ir. A. Basuki Widodo, M.Sc. - Personal Name
621.17.13 Edy k
NONE
Text
Indonesia
Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah
2017
Surabaya
xv, 84 p. ill. ; 29 cm.
Skripsi
LOADING LIST...
LOADING LIST...